tayang.co
Cinema Intelligence
Discover
HomeMoviesInsightsCinemasCompare
Insights
Market ShareTalent
Personal
WatchlistMy Ratings
⌘K
Jelajahi
  • Film
  • Sedang Tayang
  • Akan Tayang
  • Bioskop
  • Bandingkan
Insights
  • Industri
  • Market Share
  • Glossary
  • Film 2025
  • Film Horor
Tayang
  • Tentang
  • Metodologi
  • Sumber Data
Kontak
  • hello@tayang.co
  • @tayang_id
  • GitHub
tayang.co© 2026 Tayang. Free during preview. Data: filmindonesia.or.id, IDX KMS, chain disclosures.
  • Home
  • Movies
  • Insights
  • Cinemas
  • Profile
Poster film Love and Faith
Film LokalConcludedDrama

Love and Faith

Production
E-Motion Entertainment
Director
Benni Setiawan
Released
5 Mar 2015
Runtime
100 min

Karmaka Surjaudaja (Rio Dewanto) alias Kwee Tjie Hoei, kelahiran Tiongkok, hijrah ke Indonesia pada usia 10 bulan. Ia dibawa ibunya (Irina Chiu Yen Tan) untuk menyusul ayahnya, Kwee Tjie Kui (Ferry Salim), yang telah tinggal di Bandung. Masa kanak-kanak dilaluinya dalam serba keterbatasan. Akibatnya kelulusannya di SMA bersamaan dengan sang adik Kwee Tjie Ong (Dion Wiyoko). Dia memutuskan melepaskan mimpinya dan membiarkan sang adik masuk jurusan kedokteran. Sejak itu ia tak pernah lepas dari kerja keras. Menjadi guru olah raga adalah pekerjaan pertama Kwee Tjie Hoei. Dia mengajar di sekolah Tionghoa bernama Nan Hua. Di sekolah itu dia berkenalan dengan murid perempuan bernama Lim Kwei Ing (Laura Basuki) yang membuatnya jatuh cinta. Namun ia berusaha menjaga jarak, karena dia adalah guru, dan Lim Kwei Ing berasal dari keluarga Lim Khe Tjie, pemilik bank besar di Bandung. Akhirnya pada tahun 1959 mereka menikah. Ketika masa peraihan Orde Lama ke Orde Baru, Lim Khe Tjie dicekal tak bisa kembali ke Indonesia, tertahan di Hong Kong. Sementara bisnis Bank mengalami kesulitan besar di ambang pailit, karena banyak pengkhianat yang menggerogoti asetnya dari dalam. Kwee Tjie Hoei berhasil memukul mundur jajaran direksi nakal dan menggiring mereka diproses kejaksaan. Kwee Tjie Hoei juga berhasil melepaskan Bank dari ancaman pihak pihak lain. Sayangnya, kondisi ekonomi tidak berpihak pada mimpi besar mereka. Tahun 1965 terjadi kekacauan politik, ekonomi, dan keamanan. Pemerintah harus mengambil kebijakan moneter menurunkan nilai uang Rp1000 menjadi Rp1. Masyarakat panik, terutama mereka yang menabung uangnya di bank. Dalam perjuangan membangun bisnis yang ditinggalkan sang mertua, Kwee Tjie Hoei mengalami percobaan pembunuhan tiga kali. Akhirnya Kwee Tjie Hoei sukses menunaikan amanah sang mertua dalam membangun imperium bank.

Total Admissions
—
penonton
Est. Gross
—
@ Rp 35,000 ATP
Days on Screen
4073
Tayang Audience
—
0 ratings

Cumulative Admissions

Penonton kumulatif sejak rilis

Admissions data is being ingested. Check back within 24h.

Reviews · Tayang Community

Be the first to rate this film

Loading...

No public reviews yet.

BagikanLINE