Insights · Glossary
Istilah box office Indonesia.
Definisi singkat untuk istilah-istilah yang muncul di Tayang. Disusun untuk pembaca umum, bukan hanya analis industri.
- Admissions (Penonton)
- Jumlah tiket yang terjual untuk sebuah film. Di Tayang, admissions adalah satuan utama untuk mengukur performa box office Indonesia — bukan revenue dalam Rupiah — karena harga tiket bervariasi tajam antar bioskop, kota, dan periode promosi.
- ATP (Average Ticket Price)
- Harga tiket rata-rata per kursi terjual. Tayang menggunakan ATP industri yang divalidasi (Rp 38–45k tergantung tahun) untuk mengkonversi admissions ke estimasi revenue. Lihat /methodology untuk detail kalibrasi tahunan.
- Opening Weekend (Akhir Pekan Pembuka)
- Total admissions selama 3 hari pertama (Jumat–Minggu) film tayang di bioskop. Indikator kuat untuk total trajectory — film dengan opening yang kuat biasanya mempertahankan momentum 2–4 minggu berikutnya.
- Cumulative Admissions
- Total admissions sejak hari rilis sampai tanggal pengukuran. Ini adalah angka 'total penonton' yang biasanya dikutip media saat melaporkan pencapaian film (misalnya '5 juta penonton').
- Market Share
- Persentase total admissions nasional yang dimiliki satu jaringan bioskop atau satu film dalam periode tertentu. Untuk operator: Cinema XXI dominan dengan 45–55% screen share + admissions share. Untuk film: jarang lebih dari 30% pangsa nasional bahkan untuk blockbuster.
- Local Share
- Persentase total admissions tahunan yang berasal dari film Indonesia (lokal) versus film impor. Indonesia adalah salah satu dari sedikit pasar di dunia yang film lokalnya konsisten menguasai 50%+ pangsa pasar dalam dekade terakhir.
- Screen Count
- Jumlah layar bioskop yang menayangkan film pada satu waktu, atau jumlah total layar yang dimiliki sebuah operator. Indikator kapasitas distribusi — film yang dapat 800+ layar punya jangkauan operasional yang sangat berbeda dengan film yang hanya 200 layar.
- Wide Release vs Limited Release
- Wide release = tayang di 600+ layar di hari pembuka secara nasional. Limited release = tayang di kurang dari 200 layar, biasanya kota-kota besar saja, kerap untuk film festival atau film independen.
- Now Showing / Sedang Tayang
- Status film yang aktif di bioskop saat ini. Di Tayang, status ini diturunkan dari kombinasi tanggal rilis + admissions terbaru + hari sejak rilis (typical run = 30–45 hari).
- Coming Soon / Akan Tayang
- Film yang dijadwalkan rilis di masa depan. Tanggal rilis dapat berubah; Tayang menggunakan tanggal yang dirilis resmi oleh produser/distributor sebagai sumber primer.
- Status: Archived
- Film historis yang tidak lagi tayang dan tidak punya data admissions yang dapat dilacak (kebanyakan untuk film pre-2007 yang dimasukkan via TMDB). Profil tetap dapat dicari tapi metrik penayangan tidak ditampilkan.
- Cinema Chain (Jaringan Bioskop)
- Operator multi-lokasi seperti Cinema XXI, CGV Cinemas, Cinépolis, Platinum Cineplex, FLIX Entertainment. Tayang melacak 491+ lokasi dari operator-operator ini di seluruh Indonesia.
- Producer Claim (Klaim Produser)
- Angka admissions yang dirilis publik oleh produser/rumah produksi, biasanya pada milestone tertentu (1 juta, 5 juta penonton). Tayang menggunakan klaim ini sebagai baseline cross-check terhadap estimasi model harian.
- Penonton Indonesia (Indonesian Moviegoers)
- Pangsa audiens Indonesia: ~70 juta admissions/tahun pra-pandemi, terkonsentrasi 60%+ di Jabodetabek dan kota Tier-1 (Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta). Mayoritas usia 18–35.
- Opening Day vs Single-Day Record
- Opening day record = admissions hari pembuka tertinggi. Single-day record = admissions tertinggi dalam satu hari kalender, biasanya hari libur atau weekend dalam minggu kedua/ketiga rilis untuk film yang word-of-mouth-nya kuat.